10 Macam Makanan Ini Mengandung Antibiotik Wajib Anda Tahu

Sepertinya dalam hidup ini selalu ada pedang bermata dua. Ambil antibiotik misalnya. Antibiotik telah mengubah suatu sumber penyakit mematikan menjadi bayang-bayang yang melawan balik penyakit tersebut.

Namun banyak hal yang tampaknya baik ini benar-benar bisa menjadi bumerang.

Anda mungkin sadar bahwa pemberian antibiotik hanya boleh dilakukan bila diperlukan saja. Salah dalam penggunaan akan menyebabkan penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri sehingga menjadi resisten terhadap obat yang diberikan di kemudian hari. Maksudnya bila Anda mengalami sakit yang diakibatkan oleh bakteri yang sama, maka obat yang sama tidak mampu sebagai penyembuh.

Jika Anda mengikuti semua rekomendasi resep, kemungkinan besar Anda tidak sadar berhubungan dengan antibiotik. Namun ternyata antibiotik tidak hanya berasal dari obat. Secara tidak sadar juga Anda mungkin mengonsumsi antibiotik dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari.

Menurut David L. Katz, MD, MPH, direktur Yale University Prevention Research Pusat, "Jika kita mengonsumsi sebagian dari antibiotik dengan dosis sembarangan melalui makanan yang kita makan, kita akan mengalami resistensi antibiotik".

Menariknya, ternyata dari 10 jenis makanan yang akan kita kaji berikut mengandung antibiotik.
Yuk kita simak pembahasannya satu per satu.

1. Daging dari Hewan Ternak


Memang benar bahwa sapi dan ayam kadang-kadang sakit dan membutuhkan antibiotik untuk mengembalikan kesehatannya. Namun sayang, sebagian besar hewan diberi dosis obat hampir setiap hari meskipun dalam keadaan sehat.

Di situlah letak masalahnya.

Di Amerika Serikat dan Kanada, antibiotik secara rutin diberikan pada hewan sebagai pemacu pertambahan bobot. Meskipun penggunaannya untuk tujuan ini sudah sejak lama dilarang di banyak negara lain.

Kedua negara saat ini terlibat dalam rencana untuk menghapus antibiotik tertentu. Walaupun mungkin akan memakan waktu beberapa tahun untuk benar-benar tidak menggunakan antibiotik.

Mengapa penggunaan antibiotik pada hewan ternak begitu besar?

Nah, hewan, seperti halnya manusia. Hewan juga mampu menyebabkan bakteri tahan antibiotik saat mereka terlalu sering diberi obat. Pada saatnya nanti, bakteri bisa menyerang konsumen dari makanan yang dihasilkan hewan ini, seperti steak, daging sapi dan dada ayam.

Lalu, “superbug” ini bisa menyebabkan sakit bagi orang yang memakannya. Karena bakteri ini sudah menjadi tahan antibiotik, mereka bisa sangat sulit untuk diobati.

Untungnya, ada beberapa cara untuk mengatasi masalah ini. Yaitu selalu pastikan untuk mengolah daging mentahnya dengan hati-hati dan masak sampai matang sepenuhnya. Hal ini dengan tujuan menghancurkan bakteri.

Sebagai anisipasi tambahan, Anda bisa pilih makanan yang memiliki label Organik atau label bersertifikat Food Alliance untuk memastikan bahwa daging sapi Anda tidak pernah disisipi penisilin / antibiotik.

2. Blueberry


Pestisida sering dianggap sebagai kejahatan yang diperlukan karena banyak tanaman akan rusak oleh serangga tanpa mereka. Antibiotik adalah komponen kunci dari banyak pestisida. Setidaknya satu reaksi alergi parah telah dilaporkan terjadi pada manusia yang mengonsumsi buah-buahan yang tercemar pestisida.

blue berry


Tanaman Blueberry yang diberi pestisida adalah penyebabnya.

Tapi sebenarnya apapun buah atau sayuran lain yang tumbuh dengan perlakuan keadaan seperti itu adalah ancaman potensial. Bagi orang-orang tertentu, bisa mengakibatkan alergi parah meski dari kontak tidak disengaja.

Bila Anda termasuk orang yang alergi terhadap persitida, hati – hati lah saat akan konsumsi buah -  buahan. Pastikan hanya konsumsi buah organik, tanpa pestisida.

3. Susu


Hanya sebagian kecil produksi susu yang positif tanpa antibiotik.

Bukankah susu adalah produk yang murni ?

Produk susu telah menghadapi banyak kritik dalam beberapa tahun terakhir berkat beberapa bahan yang kurang diinginkan dicampurkan ke susu. Termasuk antibiotik yang bahkan dalam jumlah yang besar. Pengujian rumah jagal telah mengungkapkan tingginya kadar obat lain yang biasa digunakan pada sapi perah.

Penelitian telah mendukung kehadiran obat dalam susu, dengan satu temuan khusus setidaknya mengandung 20 zat aktif secara farmakologi, termasuk antibakteri.

Banyak penggemar susu harus berusaha keras mendapatkan susu tanpa tambahan obat-obatan, hormon dan bahan kimia lainnya. Sehingga mereka berusaha keras untuk membeli susu mentah (tidak dipasteurisasi) langsung dari peternak sapi perah. Bahayanya, susu mentah adalah salah satu penyebab paling umum penyakit bawaan makanan, karena kemungkinan besar terdapat bakteri yang melekat.

Menjadi catatan khusus bahwa mengonsumsi susu mentah mungkin dapat menghindarkan dari antibiotik. Akan tetapi dapat meningkatkan risiko infeksi oleh bakteri. Hal ini karena susu adalah salah satu media yang baik bagi pertumbuhan bakteri. Dapat dikatakan bahwa pasteurisasi adalah tahap awal pada pemrosesan susu.


4. Madu


Satu lagi yang mungkin masih terasa asing bagi kebanyakan kita. Rupanya, lebah madu juga bisa jadi mengandung antibiotik. Antibiotik secara rutin digunakan oleh peternak lebah untuk menangani situasi infeksi dan juga untuk merangsang pertumbuhan.

Batas antibiotik dalam madu tidak diatur secara ketat seperti produk makanan lainnya. Padahal kebanyakan konsumen madu secara tradisional telah menggunakan madu untuk tujuan pengobatan, seperti mengobati alergi musiman dan sakit maag. Kontaminasi yang merajalela pada madu melalui pestisida tanaman, logam berat dan bahkan bahan radioaktif juga sangat memprihatinkan bagi pengonsumsi madu murni.

Dari sisi tanpa penambahan antibiotik oleh peternak lebah, sebenarnya madu juga merupakan antibiotik alami yang sangat terkenal. Ini berkat protein tertentu yang secara alami dihasilkan oleh lebah, yang disebut defensin-1. Sejenis protein “powerfull” sehingga saat ini sedang dipelajari untuk penggunaan potensial sebagai pengobatan luka bakar dan infeksi kulit. Termasuk juga untuk melawan efek MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus) yang sangat berbahaya.

5. Bawang Putih


Bawang putih pernah dikenal sebagai "Penisilin Rusia". Bawang putih, dalam segala aroma menyengatnya telah lama dipuja karena kemampuan melawan bakteri secara alami.

Bahkan dijuluki "Penisilin Rusia" selama Perang Dunia II karena dokter akan menggunakan bawang putih untuk mengobati penyakit luka saat mereka kehabisan antibiotik.

bawang putih


Bawang putih juga memiliki kemampuan mengesankan untuk mengetahui kapan harus membunuh bakteri atau membiarkannya. Penelitian telah menunjukkan bahwa ramuan bawang putih mahir mengelola tingkat bakteri Heliobacter pylori di saluran pencernaan, tanpa menghilangkannya sepenuhnya. Terlalu banyak H. pylori bisa mengakibatkan sakit maag, dengan terlalu sedikit menyebabkan kram usus.

Kanker perut adalah satu dari dua kanker teratas di seluruh dunia. Para periset menemukan bahwa orang yang memakan banyak sayuran Allium (seperti bawang merah, daun bawang tapi terutama bawang putih) memiliki tingkat terserang kanker perut yang lebih rendah.

Meski topiknya masih dipelajari, ada bukti bahwa bawang putih segar cukup bungkus untuk membunuh biotik jahat seperti MRSA, Escherichia coli dan Salmonella enteritidis.

6. Jamur


Jamur Shitake dikenal dengan kemampuan melawan kanker dan bakteri. Bagi orang non-medis, nampaknya agak tidak menyangka akan kemampuan jamur untuk melawan bakteri, bukan?

Ternyata, jamur memiliki peran penting sebagai antimikroba. Sebenarnya, banyak antibiotik utama, seperti penisilin, tetrasiklin dan streptomisin berasal dari jamur. Jamur menghasilkan senyawa yang membunuh bakteri.

jamur konsumsi


Penelitian modern telah mengkonfirmasi kemampuan jamur melawan bakteri. Jadi termasuk menu yang baik dengan tambahkan jamur ke salad atau sandwich, atau juga masakan sayur Anda.

Semua jamur tidak tercipta sama secara medis. Misalnya varietas Jamur Shitake dikenal karena kemampuannya mengendalikan kanker, bakteri dan virus. Jamur Shitake juga merupakan pengatur kolesterol yang efektif. Jamur Reishi sama-sama berkasiat dalam hal pengendalian penyakt. Reishi dikonsumsi karena dampak positifnya pada regulasi tekanan darah dan kemampuan anti-inflamasi.
Untuk hasil terbaik, pilih jamur-jamur dalam kemasan yang memiliki merek organik.

7. Kubis


Jus kubis sangat bagus untuk orang-orang yang terkena bisul. Kubis merah telah lama digunakan sebagai obat karena kemampuan anti-inflamasi dan anti-kankernya yang kuat. Dan kini juga dipercaya memiliki kemampuan antibakterinya.

Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa kubis merah sangat efektif untuk melawan bakteri yang sudah resistan terhadap obat, seperti bakteri Staphylococcus aureus yang resisten terhadap Methicillin dan E. Coli.

Jus kubis juga merupakan ramuan favorit dokter dan pasien guna menangani borok. Ini karena kubis kaya akan asam laktat yang membantu menjaga tingkat bakteri sehat saat. Selain itu juga mampu melawan bakteri penyebab ulkus.

Daun kubis juga telah digunakan berabad-abad untuk mengobati mastitis (infeksi payudara) yang biasanya terjadi pada ibu menyusui. Pasien diinstruksikan untuk menempekan daun kubis secara langsung ke payudara sesuai kebutuhan untuk melawan infeksi mastisi ini.

Mungkin sedikit bau, tapi efektif!

8. Bawang Merah


Meski baunya sangat menyengat dan banyak yang tidak suka, bawang merah mentah bagus untuk melawan bakteri mulut. Dimasak atau pun mentah, bawang sangat populer sebagai penambah rasa pada banyak hidangan.

Praktis, saudara bawang putih ini juga mengandung senyawa belerang yang telah terbukti mampu menangkal infeksi, bahkan melakukan pertarungan dengan bakteri resisten.

Penelitian bahkan telah meneliti khasiat bawang merah terhadap bakteri jahat di mulut. Hasil penelitian telah menemukan bahwa bawang merah efektif dalam mengendalikan bakteri yang terkait dengan penyakit periodontal.

Jadi tambahkan beberapa bawang mentah ke sandwich Anda dan kunyah dengan saksama. Dengan cara seperti itu artinya Anda telah melakukan pencegahan sendiri terhadap penyakit oleh bakteri di mulut.

9. Mentega


Sedih untuk mengetahui bahwa krim mentega yang enak pada roti ternyata bisa mengandung antibiotik yang bersumber dari susu sapi perah. Meskipun mentega memang mengandung beberapa nilai gizi (sudah ditemukan, misalnya mengandung senyawa yang melindungi Anda dari pertumbuhan tumor dan kanker).

Namun banyak merek mentega mengandung antibiotik dalam kandungannya. Itu berkat fakta bahwa mentega diproduksi dengan menggunakan susu dari sapi perah, yang seperti yang kita pelajari sebelumnya diberi antibiotik.

10. Rempah-rempah dan Herbal


Kunyit dapat dikatakan sebagai obat murah penyembuh luka. Rempah kunyit sebagai pembersih luka nampaknya lebih berarti secara medis dari sekadar penambah cita rasa pada makanan Anda. Kunyit benar-benar dapat menghambat pertumbuhan mikroba.

Para ilmuwan di Cornell University menemukan bahwa allspice dan oregano (serta bawang merah dan bawang putih) membunuh 100 persen bakteri jahat yang masuk ke tubuh manusia. Sementara thyme, cinnamon, cumin dan tarragon membunuh hanya 80 persen bakteri jahat tersebut.
rempah

Kunyit, yang terkenal sebagai bahan penting dalam hidangan kari, dikenal luas sebagai bagian terpenting dalam golongan rempah-rempah. Hal ini berkat sifatnya sebagai penambah cita rasa sekaligus sebagai antibakteri.

Bumbu kunyit penelitiannya telah terbukti membantu semua tahap penyembuhan luka. Seakan itu belum cukup, kurkumin adalah agen anti kanker yang dikenal, antioksidan dan anti-inflamasi.

Catatan


Ketika salah satu anak saya menderita radang tenggorokan, saya hanya minum antibiotik. Dalam makanan? Tidak terlalu banyak, kecuali jika alami. Saya telah cenderung menjadi pencari label organik lebih banyak dalam beberapa tahun terakhir. Dan saya akan terus memperhatikan produk kemasan modern dari proses pertumbuhan yang menggunakan bahan organik.

Di sisi lain, ada baiknya di daerah tempat saya tinggal, ada beberapa makanan kemasan yang umumnya anorganik yang tidak bisa saya dapatkan (beli) karena memang tidak tersedia. Berbeda keadaan jika dengan mudah saya mendapatkan bahan makanan kemasan yang anorganik, mungkin tubuh saya secara tidak sadar terkontaminasi antibiotik yang menyebabkan resistensi obat yang harus saya konsumsi saat sakit.



Referensi


Alia Hoyt "10 Foods That Contain Antibiotics" 24 October 2014.

HowStuffWorks.com. <https://recipes.howstuffworks.com/10-foods-contain-antibiotics.htm>

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/antibiotics.html

http://www.pbs.org/wgbh/pages/frontline/shows/meat/safe/overview.html

http://www.npr.org/blogs/thesalt/2012/03/23/149221287/europes-mixed-record-on-animal-antibiotics

http://o.canada.com/uncategorized/canada-phasing-out-antibiotic-use-in-livestock

http://www.fda.gov/ForConsumers/ConsumerUpdates/ucm378100.htm

http://www.cdc.gov/narms/animals.html

http://www.eatingwell.com/food_news_origins/organic_natural/antibiotic_free_food_labels_to_look_for

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/news/fullstory_148181.html

http://www.apimages.com/

http://www.nytimes.com/2011/01/26/business/26milk.html?_r=1 &

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21469656

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3477659/

http://www.sciencedaily.com/releases/2010/06/100630111037.htm

http://www.med.nyu.edu/content?ChunkIID=21729

http://renegadehealth.com/blog/2013/06/21/ top-five-medicinal-mushrooms

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2011/12/31/organic-mushrooms-for-immune-support.aspx

http://www.naturalnews.com/034792_mastitis_breastfeeding_natural_remedies.html

http://www.care2.com/greenliving/common-foods-herbs-with-antibiotic-properties.html

http://foodbabe.com/2014/01/20/is-butter-secretly-ruining-your-health/

http://www.news.cornell.edu/stories/1998/03/food-bacteria-spice-survey-shows-why-some-cultures-it-hot

http://www.turmericforhealth.com/ turmeric-benefits/turmeric-and-mrsa-infection

0 Response to "10 Macam Makanan Ini Mengandung Antibiotik Wajib Anda Tahu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel